Kemarin ada berita miris datang dari Pasuruan, karena mengantri pembagian zakat, berdesakan, kepanasan, keinjek dan kehabisan nafas, 21 Ibu-Ibu meninggal. Masyaallah... bencana kok miris begini ya. Klo saya pribadi jelas saya sangat tidak setuju dengan pola pembagian zakat macam begini. Tidak ada koordinasi dan sangat lemah sistem pembagiannya. Menurut berita, tdk ada sama sekali proses pengamanan dr pihak berwajib, krn mmg yang memberi zakat tidak perlu / butuh pengamanan, karena ada " orang kuat " yang jadi becking nya. Toh akhirnya kejadian juga, meninggal 21 orang.
Sekaya apapun orangnya klo tidak mempunyai manajemen resiko ya.. begini jadinya, tidak pernah mau belajr dr tahun-tahun sebelumnya. Kabarnya proses pembagian zakat yg begini sudah beberapa kali dilakukan, dengan massa yang menumpuk. Klo menghilangkan harta, masih bisa dicari la klo menghilangkan nyawa, dicari dimana? Mana bentuk tanggungjawabnya ?
Mungkin lo ya... ( mungkin lo ya ) itu orang mau membuktikan pada dunia, klo dialah orang kaya raya yang dermawan yang mampu membagikan zakat ke ribuan orang. Waduh ada unsur riya dong klo gitu. Waallahualam. Tahun ini dia sudah menyediakan 50 juta untuk dibagikan ke kaum dhuafa. Masing-masing mendapatkan 30 ribu, tapi ngantrinya dari mulai habis sahur, dan baru dilayani jam 10 an, sangat tidak manusiawi.
Yuk mari sodara-sodara ku , bagilah zakat ke orang yang berhak dengan cara yang lebih manusiawi, lebih terarah tujuannya. Jangan dibagi di satu waktu saja, tiap bulan langsung dibagi, jadinya lebih enak, dan terkoordiri dengan rapi. Boleh pake badan amil zakat, atau langsung diamplopin kasih ke orang yang membutuhkan.
Berita selengkapnya di
http://www.jawapos.co.id/
Innalillahi wa innailaihi roojiun.